Bendahara Desa Jeungjing Akui Kegiatan Fisik Anggaran Dana Desa Dari 2019 Belum Di Laknakan

Tangerang | derapfakta.com, Kegiatan pembagunan infrastruktur Desa Jeungjing dari Anggaran Dana Desa tahun 2019, ada 6 titik fisik yang sampai saat ini belum terlealisasi.

Hal tersebut pihak pemerintah desa Jeungjing yang di sampaikan oleh Aldi selaku bendahara Desa, menyatakan dan mengakui kalau kegiatan fisik tersebut belum rampung, dengan dalih bermacam alasan.

Kades Jieunjing, Maryono Capri terkait ada beberapa titik kegiatan fisik yang hingga saat ini belum dikerjakan, dirinya pun malah mengalikan pembicaraan saat ditanya beberapa awak media, seakan terkesan mengungkit-ungkit masa lalu.

Di lanjut pernyataan bendahara Desa Jeungjing, Aldi yang notabene putra dari Kepala Desa itu sendiri, dihadapan Kasi FPKKD Hj. Intan Rahayu Kusuma Wardani, Kasi Pembangunan H. Ahmad Sugianto, Pelaksana Bangdes Dik Dik Sodikin, Kepala Desa (Kades) Jeungjing Maryono Capri, Anggota BPD Desa Jeunjing Agus dan beberapa awak media.

Kegiatan fisik yang belum terealisasiakan itu diantaranya pembangunan lapangan futsal yang tepat berada di dekat Kantor Desa, pembangunan SAB dan masih ada lagi beberapa titik kegiatan fisik lainnya,” kata Aldi di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa  (DPMDP) Kabupaten Tangerang, pada Selasa (4/8/ 2020) .

Terkait hal tersebut, hingga pihak inspektorat Kab.Tangerang memberikan ultimatum dengan membuat surat pernyataan yang di tandatangani di atas matrai langsung oleh Kepala desa pada 21 Juli 2020, dan sejak surat pernyataan dibuat sanggup merampungkan kegiatan fisik tersebut pada 30 Juli.

Hingga sampai saat ini batas waktu yang ditentukan sudah lewat, dan apabila kegiatan beberapa titik fisik tidak dilaksakan tersebut, Pemdes jeungjing untuk kegiatan fisik kedepannya akan dihentikan, selain anggaran BLT, operasional dan insentif.

Sementara itu, Kasi Pembangunan Desa, DPMDP Kabupaten Tangerang, H. Ahmad Sugianto menyampaikan, terkait permasalahan yang ada di Desa Jeungjing sudah dalam pemeriksaan dilapangan oleh pihak Inspektorat Kabupaten Tangerang.

“Untuk permasalahan Desa Jeungjing sudah ditangani pihak Inspektorat Kabupaten Tangerang. Pihak Inspektorat pun telah memberikan batas waktu sampai dengan tanggal 30 Juli 2020 untuk segera diselesaikan. Jika tidak terselesaikan sampai dengan batas waktu yang diberikan, selanjutnya Desa Jeungjing tidak akan pernah mendapat anggaran untuk kegiatan fisik infrastuktur pembangunan, bahkan apa bila tidak dilaksanakan bisa dilaporkan” pungkasnya.

Dengan adanya hal itu, H. Ahmad Sugianto meminta kepada awak media agar proses ultimatum dari pihak Inspektorat untuk selalu dikawal supaya hal ini benar-benar bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Pada akhir pertemuan pihak Desa dengan beberapa dinas DPMDP Kab. Tangerang, Sekdis DPMDP Kabupaten Tangerang, Mas Yoyon Suryana menambahkan, pihaknya berharap agar Pemdes Jeungjing untuk menghadapi permasalahan ini dengan baik.

“Semuanya itu pasti ada jalan dan solusi terbaik untuk memecahkan suatu persoalan, dan kedepannya tidak akan mengulangi kembali agar roda kepemerintahan Desa Jeungjing bisa berjalan dengan baik” pungkasnya

(Tim Red)

Facebook Comments