Tangerang | derapfakta.com, Banyaknya dugaan pelanggaran yang di lakukan oleh beberapa oknum dalam pelaksanaan program PKH dan TKSK di Kabupaten Tangerang, dengan adanya hal tersebut, Aliansi LSM Kabupaten Tangerang melaporkan dugaan penyimpangan bantuan sosial (Bansos) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa.

Aliansi LSM di Kabupaten Tangerang terdiri dari LSM Gerhana dan LSM LIP2I.

Saat ditemui, Ketua aliansi dua LSM Kabupaten Tangerang tersebut, Inuar Gumay sebagai ketua umum LSM Gerhana mengatakan kepada wartawan derapfakta.com, para oknum pendamping itu dilaporkan karena diduga melakukan sejumlah hal yang melanggar pedoman umum penyaluran dalam program bansos dari pemerintah.

Pihak-pihak yang dilaporkan yakni sejumlah oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan). Mereka tersebar di Balaraja, Tigaraksa, Jambe, Kosambi dan sejumlah wilayah lain.

Fakta dilapangan ditemukan bukti-bukti Diantaranya, adanya dugaan pemotongan bansos yang sudah dianggarkan, pengumpulan kartu dan buku tabungan, menerima gratifikasi dari suplayer, mengganti nomor PIN dan indikasi mendapatkan jatah per kelompok penerima manfaat (KPM).

“Maka dari itu, indikasi penyimpangan ini sangat merugikan masyarakat yakni para KPM.

Apalagi saat ini banyak agen dan suplayer sembako sudah saling sikut-sikutan. Bahkan di lapangan terjadi saling mengarahkan demi kepentingan pribadi,” ini kan sangat di sayangkan, karena program ini program pemerintah harus dijalankan sesuai harapan pemerintah, terang Gumay.

(Ryan/red)

Facebook Comments