Anyer | derapfakta.com, Menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya terkait Sulaeman warga Kp. Tegal Ds.Cikoneng Kec.Anyer dimana Sulaeman korban PHK sepihak oleh Sanghyang Indah Spa Resort pada April 2020 lalu.

Namun ada yang janggal dalam surat pemberhentian kerja yang mana dalam surat tersebut menerangkan beberapa item alasan sebagai pernyataan pihak HRD, akan tetapi dalam penandatanganan surat PHK tersebut dilakukan oleh Chief Security atas nama Asep Nikmatullah.

Banjir Supriyatno SH pengacara korban (Sulaeman-red) selaku tim kiasa Hukum dari Advocat BAJA menyatakan sikap bahwa tindakan dari pihak perusahaan Sanghyang Spa Indah Resort yang melakukan tindakan PHK sepihak tanpa adanya pemberian hak-hak sebagai pekerja yang telah diberhentikan, dalam Undang-undang 13 Tahun 2003 disana jelas tertuang dimana pihak pekerja memiliki hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak perusahaan untuk karyawan yang di PHK, ucap Banjir pada (2/5/2020).

Klien kami sudah bekerja kurang lebih 10 tahun, dan mirisnya lagi upah klien kami tidak sesuai upah minimum kerja di wilayah Kabupaten Serang, jadi klien kami PHK, pihak perusahaan wajib membayar kekurangan upah, pesangon dan uang jasa serta dari segi inmateril, ini yang akan kita tuntut, terangnya.

**** BACA JUGA Sepuluh Tahun Bekerja di Hotel Sanghyang Indah Spa Resort Berujung PHK Sepihak, Sulaeman Warga Cikoneng Anyer Tempuh Jalur Hukum

Kita sudah layangkan surat somasi I dan II, namun tidak ada respon dari mereka, saya rasa mereka tidak punya etikat baik untuk menyelsaikan perkara ini, kami akan buka laporan ke pihak berwajib dan di Disnaker Kab.Serang, terangnya.

Terkait penandatanganan surat PHK yang di lakukan Chief Security, itu saya nilai salah besar, karena dia tidak ada kewenangan untuk memberhentikan kerja karyawan, karena kapasitasnya sama seperti yang lain hanya sebagai karyawan, dan ini mekanisme yang salah yang di terapkan pihak perusahaan, pungkasnya.

Sementara saat di konfirmasi Asep Nikmatulah selaku Chief Security membenarkan bahwa terjadi kesalahan dalam pemberhentian,  bahkan Asep Nikmatulah menuturkan bahwa dirinya juga akan mengundurkan diri di perusahaannya bekerja sekarang.

” ya pak saya juga aneh dengan sistem kerja disini bahkan saya juga mau resign

Saya juga di suruh pihak management untuk bisa selesai kan masalah pak Sulaeman, karena sering tidak masuk karena sakit-sakitan, intinya agar tidak bekerja disini, jadi saya seperti dilema, disisi lain saya di suruh management” ujar nya, pada Rabu (22/4).

Saat di tanya wartawan kenapa surat PHK hanya di tanda tangani chief nya tidak di beri cap stempel , Chief Security tersebut hanya terdiam.

Awak media sempat menunggu untuk meminta konfirmasi ke pihak HRD namun tidak ada di tempat, bahkan chief keamanan sempat menelpon HRD, lagi lagi tidak bisa menemui awak media saat itu.

(Tim/red)

Facebook Comments