Tangerang ¦ derapfakta.com, Ratusan karyawan PT Polymindo Permata melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak. Mereka dihentikan dengan dalih perusahaan terdampak virus korona (covid-19) yang tengah mewabah di Indonesia.

Anhar Patikawa Kuasa Hukum Karyawan dari GNR Indonesia mengatakan, ia menyayangkan pihak perusahaan yang sewenang-wenang melakukan PHK sepihak terhadap karyawannya. Ini jelas melanggar ketentuan Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003 pasal 156 tentang ketenagakerjaan.

“Saya sudah melakukan mediasi dengan PT Polymindo Permata yang diwakili oleh HRD/GA Dhedy Permana. Namun hingga sekarang belum ada titik terang untuk 140 kliennya,”kata Anhar yang juga Sekjen LSM GNR Indonesia, Jumat (01/05/2020).

Anhar menambahkan, pihak perusahaan menyampaikan alasannya melakukan PHK terhadap karyawan karena kondisi keuangan perusahaan mengalami kesulitan untuk membayar gaji karyawan.
Perusahaan hanya mengeluarkan Surat packlaring/pengalaman kerja tanpa memberikan kompensasi pesangon kepada para karyawannya.

“Saya berharap pihak perusahaan segera memberikan hak-hak karyawan termasuk uang pesangon,”ujarnya.

Lanjut Anhar, ia bersama tim akan terus berjuang untuk membela klien nya agar pihak perusahaan segera mengeluarkan uang pesangon kliennya. Baginya alasan covid 19 untuk mengeluarkan karyawan tanpa pesangon hanya akal akalan perusahaan.

“Saya kasih waktu hingga hari Rabu 6 Mei 2020 agar pihak manajemen segera membayar pesangon terhadap kliennya,” tegasnya.

Anhar menegaskan ia juga meminta kepada Pengawas Disnaker Provinsi Banten UPT Pengawasan Wilayah 2 Kota Tangerang segera melakukan pemeriksaan terhadap PT Polymindo Permata yang berlokasi di Kawasan Industri Jatake Jl Industri raya II No.8 Rt.02/04 Kelurahan Pasir jaya Kec. Jati Uwung Kota Tangerang.Agar perusahaan segera mengeluarkan uang pesangon kepada semua karyawan yang terkena PHK.

“Kami juga mendesak Pengawas Disnaker propinsi Banten UPT Pengawasan Wilayah 2 Kota Tangerang segera turun tangan memanggil dan memeriksa Direktur perusahaan (PT Polymindo Permata,” pungkasnya.

(Ryan)

Facebook Comments