Lebak ¦ derapfakta.com, Dugaan pembalakan liar ribuan pohon di banten dilaporkan oleh kordinator lapangan Badak Banten DPD lebak 23/04/2020.

Rukmanul Hatta selaku kordinator lapangan menyampaikan kekecewaan terhadap sikap pejabat ditingkat bawah area perhutani banten selatan yang tidak merespn dan menindak lanjuti terhadap aspirasi warga sekitar terkait banyaknya penebangan pohon liar milik negara tersebut dan hanya dinikmati serta dimanfaatkan oleh beberapa oknum saja.

***BACA JUGA Terjadi Pembalakan Liar Perum Perhutani di Kabupaten Lebak

Hasil investigasi kami sudah cukup lama dan oknum pelaku penebang pohon liar perum perhutani gunung Keundeung tidak pernah tersentuh oleh hukum sehingga penebangan liar berjalan sampai saat ini.

” Puncak kekesalan warga dan kami selaku ormas Badak Banten DPD Lebak menindak lanjuti dugaan ilegal loging tersebut ketingkat propinsi yaitu KPH Banten, “.ucap manul.

Tayangan DERAP Tv, Investigasi Pembalakan Liar

Sebalumnya kami sudah menyampaikan hal ini ke pihak RPH dan ASPER selaku pemangku kebijakan ditingkat lokal karena penebangan tersebut masih berjalan ahirnya semua warga menduga ini ada permainan, pelaku dengan pihak terkait, terbukti meski ada laporan dan bukti-bukti yang kuat, namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya dari pihak RPH maupun ASPER” tegas manul.

***BACA JUGA Diduga Oknum Kades Melakukan Pembalakan Liar Perum Perhutani RPH Gunung Keundeung Lebak

Namun jika laporan kami tidak akan di tindak lanjuti oleh KPH Banten, kami akan laporkan ke Kemntrian langsung, geramnya.

Tayangan DERAP Tv, Tim Investigasi Dengan KRPH di Lokasi Perum Perhutani

“Kami berharap oknum pelaku penebangan pohon ilegal perum perhutani dapat diproses oleh hukum yang berlaku d indonesia, karena selain merugikan Negara, penebangan liar tersebut berdampak buruk ke warga sekitar yang akan terkena imbasnya,” pungkasnya.

Dalam waktu terpisah humas KPH Banten menyampaikan, ” laporan dari Badak Banten sudah kami terima dan sekarang dalam proses investigasi oleh polhut KPH Banten,” ujar asep.

(Ali)

Facebook Comments