Lebak | derapfakta.com, Kelestarian kawasan perum perhutani9 yang terletak diwilayah Kec.Cijaku Kab.Lebak Prov.Banten dirusak dengan cara melakukan penebangan liar pohon jenis mahoni oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Hasil dari investigasi langsung ke lapangan, nampak ditemukan bekas tunggak kayu pohon mahoni bekas ditebang pelaku pembalakan dibeberapa titik blok kawasan perum perhutani, pada Minggu (22/12/2019).

Pencurian kayu hutan tersebut terjadi diwilayah Kec.Cijaku Kab.Lebak, dugaan para pelaku melancarkan aksinya pada malam hari dan langsung diangkut keluar hutan.

Foto: Tunggak Kayu Mahoni

Menurut salah satu warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya, setau saya sering melihat kendaraan pengangkut kayu pada malam hari menggunakan Truk, karena setiap malam hari saya melihat aktifitas keluarnya kendaraan yang mengangkut kayu hasil dari penebangan di kawasan perum perhutani, untuk jenisnya kayunya kayu Mahoni, dan ini terjadi sudah lama pak”, kurang lebih enam bulan yang lalu hingga sekarang, terangnya.

Foto: Tunggak Kayu Mahoni

Ketua umum Lembaga GPL (Giat Peduli Lingkungan) Ayi Abdullah mengatakan, hasil dari pengecekan langsung ke lokasi banyak sekali bekas penebangan kayu jenis Mahoni, dan nampak jelas tunggak kayu belum lama dilakukan penebangan, bekas potongnya terlihat masih baru, jelasnya.

Dan mirisnya lagi pembalakan yang dilakukan tidak jauh dari Rumah Dinas Perhutani, ini yang menjadi suatu pertanyaan, “ini ada apa? dan kemana pihak RPH nya, hal yang tidak mungkin selama aktifitas penebangan mereka tidak mengetahui, suara mesin pemotong kayu kan keras, dan masa iya pihak Perhutani tidak mengetahui atau tidak mendengar atau tidak pernah melakukan kontrol, ucapnya pada Jum’at (10/1/2020).

Kami coba konfirmasi via Telpon ke KRPH ssetempat namun nomornya tidak bisa di hubungi, kami akan tetap menindaklanjuti terkait illegaloging tersebut dan melaporkan kejadian ini ke pihak aparat.

Tayangan DERAP Tv

Saya selaku pegiat Lembaga Peduli Lingkungan (GPL) memahami sistematis prosedural tentang ekosistem hutan lindung, dan ini ada tindakan pencurian kayu, ini tindakan yang sudah merugikan Negara” jelas pidana, tindakan bisa dijerat UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Perusakan Hutan dengan ancaman pidananya maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar, terangnya.

Foto: Tunggak Kayu Mahoni

Perlu saya jelaskan, Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam komunitas alam lingkungannya yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dan yang lainnya. Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap dengan tebang tanam yang secara resmi.

Pembalakan liar yang dilakukan oknum adalah semua kegiatan pemanfaatan hasil hutan kayu secara tidak sah yang terorganisasi, dan ini tindakan yang melawan Hukum, ucapnya.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2013 sudah sangat jelas sekali, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Untuk menjaga hutan Indonesia merupakan salah satu hutan tropis terluas di dunia sehingga keberadaanya menjadi tumpuan keberlangsungan kehidupan bangsa-bangsa di dunia, khususnya dalam mengurangi dampak perubahan iklim global.

Oleh karena itu, pemanfaataan dan penggunaannya harus dilakukan secara terencana, rasional, optimal, dan bertanggung jawab sesuai dengan kemampuan daya dukung serta memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup guna mendukung pengelolaan hutan dan pembangunan kehutanan yang berkelanjutan bagi kemakmuran rakyat.

Foto : Ayi Abdulah Ketua Umum GPL (Giat Peduli Lingkungan ) Indonesia

Hal itu sesuai dengan ketentuan Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dengan demikian, hutan sebagai salah satu sumber kekayaan alam bangsa Indonesia dikuasai oleh Negara, namun dikawasan hutan lindung di Kec.Cikgaku Kab.Lebak tetap saja rusak oleh oknum-oknum nakal, selain merugikna Negara juga berdampak timbulnya bencana alam.

Kami akan melaporkan kePenegak Hukum, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dinas Kehutanan Provinsi Banten, tegas dia.

(Tim/red)

Facebook Comments