Serang | derapfakta.com, Santet kalimat yang sudah tidak asing lagi dalam dunia magis ini tidak hanya menjadi senjata menakutkan yang dipercaya sebagian masyarakat dapat melumpuhkan bahkan menghilangkan nyawa tanpa harus menyentuh korbannya.

Namun di Kota Serang, Banten kalimat Santet malah digunakan oleh R-P (26) warga Dusun woy Bulog, Pekon Banjar Negeri tanggumus, lampung, untuk menyetubuhi korbannya, dengan alasan pengobatan.

Berdasarkan laporan dari pihak kepolisian, Pelaku awalnya datang ke rumah T-N (35) korban bersama temannya untuk mencari pekerjaan. Setibanya di rumah korban, Pelaku yang tergiur dengan kemolekan tubuh korban langsung memiliki niat jahat kepada korban.

Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Indra Feradinata mengatakan jika pada pertemuan pertamanya pelaku bertanya tentang kondisi suami korban yang tengah sakit dan mengaku bisa menyembuhkannya.

“Awalnya pelaku bilang dapat menyembuhkan penyakit suaminya yang terkena sihir (Santet) bulu babi,” kata AKP Indra.

Pada hari berikutnya pelaku yang telah merencanakan niat jahatnya, kembali datang menemui T-N dirumahnya dan meyakinkan korban untuk membantu rutual penyembuhan penyakit suaminya.

“Pelaku datang meminta korban untuk mengambil pisau dan mengambil buah gerenuk serta membaca surah Yasin, setelah itu korban diajak kesebuah gubuk yang berada disebelah rumahnya,” tambahnya.

Korban yang mulai curiga sempat melakukan penolakan dan berusaha untuk menolak ajakan pelaku untuk bersetubuh. Pelaku yang tak kehabisan akal mengatakan jikan persetubuhan yang dilakukan merupakan bagian dari ritual pengobatan.

“Korban sempat menolak, namun pelaku meyakinkan dengan berkata bahwa obat itu berasal dari sperma yang nantinya akan dikeluarkan dari alat vital korban,” jelas Indra.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, agar tidak muncul kecurigaan Pelaku kembali meminta korban untuk mencampur sperma yang dikumpulkan di sebuah botol kedalam kopi dan diberikan kepada suaminya sebagai obat dari sihir tersebut.

Korban yang masih ragu dengan cara pengobatan tersebut, langsung bercerita kepada sang suami dan melaporkan kejadian tersebut ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang Kota.

“Setelah menerima laporan kita lakukan pengejaran, namun pelaku telah kabur ke kampung halamannya di lampung dan kita lakukan penjemputan disana, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” sambung Indra.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kini R-P sudah diamankan di Unit PPA Mapolres Serang Kota untuk dimintai keterangan karena dikhawatirkan masih ada korban lain diluar sana yang belum berani melapor. Jika terbukti R-P dapat dijerat Pasal 289 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.

(HWs)

Facebook Comments