Loading...

Tangerang | derapfakta.com – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Serang Jakarta tepatnya di kampung Pajagan Jayanti kabupaten Tangerang hanya  beberapa meter dari perbatasan kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang pada Jumat  (15/11/2019) sekitar pukul 20.00 WIB.

Pengendara sepeda motor Honda vario nopol A 6057 ZR Pasangan suami istri ini yaitu Fahruddin (55) dan rohimah (50) , dua warga Perum Puri Kencana Desa Blokang Kecamatan Bandung Kabupaten Serang, di seruduk truk tak bermuatan dengan nopol B 9388 KYV, saat kejadian sopir langsung diamankan untuk menghindari amukan warga .

Rohimah tewas setelah dibawa ke RSUD Tobat Balaraja karena banyak mengeluarkan darah diakibatkan kaki kanannya yang hancur terlindas, sedang suaminya masih di rawat mengalami luka dalam di kedua kakinya.
Jenazah Rohimah yang tewas setelah dirawat di RSUD Tobat akibat kecelakaan lalu lintas langsung dibawa anak dan saudaranya ke rumah kediaman untuk di kebumikan sedang Fahruddin masih dirawat.

Kronologi kejadian menurut saksi yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan kalau korban sepertinya kehilangan kendali karena motor yang di bawanya yang berboncengan dengan istrinya sambil membawa barang, saat truk melintas motor tersebut tiba tiba jatuh hingga kaki kanan istrinya masuk ke roda ban mobil truk, motor sempat terseret tidak jauh dari tempat kejadian, sopirnya saat ditanya wartawan derapfakta.com tidak tahu kalau mobilnya itu menabrak.
” Saya tidak tahu pak, saya baru tahu ada warga yang teriak teriak ke saya kalau ada motor di kolong mobil” ujar sopir yang hendak ke daerah Bayah.

Saat anggota keluarga datang ke lokasi kejadian sang anak yang perempuan menangis histeris melihat kedua orang tuanya mengalamai kecelakaan, terlebih melihat ibu nya yang dalam kondisi parah.

Anak perempuan korban yang sudah berkeluarga ini menangis histeris. Wanita ini tak henti-hentinya menjerit sambil terus menangis , ” tolong pak bawa orang tua saya ke rumah sakit, orang tua saya habis berobat jalan pak, jangan lama lama di jalan pak…” teriakan anak perempuannya kepada warga yang ramai melihat orang tuanya tergeletak sambil terus menangis.

Pantauan awak media saat kejadian, korban memang terlalu lama tergeletak dijalan , warga tidak ada yang berani membantu karena menunggu polisi dari lantas tigaraksa, lokasi kejadian memang sangat jauh dengan unit lakalantas polres tangerang yang berada di tigaraksa, hingga penanganan nya tidak maksimal. Petugas lakalantas dari polres tigaraksa baru datang setelah kedua korban pasutri dibawa beberapa jam ke RSUD Tobat.

Anggota lakalantas Bripka Bayu saat datang ke lokasi kejadian mengatakan sempat koordinasi ke RSUD Tobat yang ada di ruang jenazah namun tidak ada korban lakalantas yang baru masuk. ” saya sempat menanyakan ke ruang Jenazah dulu ke RSUD Tobat tapi tidak ada korban” ujar Bayu anggota lantas polres Tigaraksa yang datang berserta dua rekan anggota dengan unit patroli.
Anggota langsung mengolah Tempat kejadian perkara dengan meminta keterangan saksi saksi yang berada di sekitar kejadian, sopir truk langsung di bawa ke mobil patroli untuk mempertanggung jawab kejadian dan juga dimintai keterangannya beserta motor vario korban diangkut ke mobil patroli lakalantas polres tangerang tigaraksa, sedang mobil truk ikut dijuga di amankan dan dibawa ke polres .

Himbauan petugas kepada pengendara tetap berhati hati saat mengendarai kendaraan baik itu mobil atau pun motor dan tetap berkonsentrasi, membawa lengkap surat kendaraan saja tidak cukup, konsentrasi saat mengendarai tetap di jaga agar selamat sampai tujuan.

(Sayuti)

Facebook Comments
Loading...