Sering di Satroni Maling, Perumahan Karisma Gelam Tidak Aman


SERANG | derapfakta.com, Warga Perumahan Karisma Gelam Asri yang berlokasi di Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, merasa geram mendengar salahsatu tetangganya kembali menjadi korban kemalingan.

Akibat dari kemalingan tersebut, korban merasa kerugian uang 7 juta rupiah dan dua buah handphone android.

Saat derapfakta.com menghampiri lokasi perumahan dan bertemu Ahmad selaku Ketua RT setempat membenarkan, jika salahsatu warganya yang berlokasi di Blok F, menjadi korban peristiwa kemalingan.

“Iya benar, sekitar seminggu yang lalu salahsatu warga saya di perumahan Karisma Gelam Asri kembali menjadi korban kemalingan. Saat melapor, korban mengatakan telah kehilangan uangnya sebesar tujuh juta rupiah yang disimpan di dalam tas dikamarnya dan dua handphone android,” ungkap Ahmad, Rabu (9/10/2019).

Ahmad menambahkan, jika peristiwa kemalingan tersebut kerap terjadi di perumahan Karisma Gelam Asri. Dimana, sejak dirinya menjabat sebagai Ketua RT tahun 2018 lalu telah 5 kali peristiwa kemalingan terjadi, bahkan dirinya pun pernah menjadi korban.

“Permasalahannya, karena tidak ada petugas keamanan yang berjaga, ditambah lokasi perumahan tidak dilengkapi tembok pagar disekitaran pinggir perumahan. Sehingga siapa saja orang sangat mudah masuk ke lokasi perumahan. Selain itu, lokasi perumahan tampak gelap karena fasilitas penerangan juga sangat minim,” katanya.

Ahmad kembali mengutarakan, jika dirinya telah berupaya berkomunikasi dengan pihak developer untuk menyelesaikan persoalan, namun tidak ada hasil.

Ditempat yang sama, Dziki seorang warga perumahan Karisma Gelam Asri juga menyesalkan peristiwa kemalingan tersebut kerap terjadi di lingkungan perumahannya.

“Sangat kesal, karena membuat saya tidak tenang tinggal di perumahan bahkan untuk meninggalkan rumah. Sebab, maling tersebut masih berkeliaran. Ditambah, perumahan juga belum diberikan tembok penghalang yang dulu dijanjikan oleh pihak developer sebagai fasilitas keamanan perumahan. Kalau pun ada pihak keamanan, namun tembok penghalang tidak dibangun, artinya sama saja maling tersebut bisa masuk dari mana saja,” ucap Dziki.

Dziki pun mengharapkan, adanya etikad baik dari pihak developer untuk segera membangun tembok penghalang, karena merupakan janji dari pihak developer sebagai fasilitas perumahan.

Ditempat terpisah, Imam salah satu pihak developer saat dihubungi mengatakan, bahwa dirinya menyarankan warga perumahan untuk berinisiatif menjaga rumahnya sendiri dari kemalingan.

Adapun janji-janji developer yang dituntut warga terkait fasilitas keamanan seperti tembok penghalang, pihaknya hingga saat ini belum dapat segera terelasasikan.

(HW)

Facebook Comments