Dibalik OTT Oknum Wartawan, Menurut Keterangan Warga: Oknum TKSK nya Pun Bermasalah

Pandeglang | derapfakta.com, Ada hal menarik dibalik Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polisi kepada oknum wartawan WS yang diduga telah melakukan pemerasan terhadap Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Mandalawangi, ‘UR’, pada Senin (2/9/2019) lalu.

Pasalnya, usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) polisi terhadap WS, sejumlah warga di Desa Mandalawangi Kecamatan Mandalawangi yang terdaftar sebagai penerima manfaat program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merasa heran dan tidak menyangka ada wartawan dari salah satu media online ditangkap polisi lantaran memeras oknum TKSK, UR, yang ditenggarai pelaku Pungutan Liar (Pungli) program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat tersebut.

“Kok malah terbalik ya pak, bukannya TKSK yang ditangkap malah wartawannya yang kena OTT ?, Kalaupun benar itu wartawan memeras mungkin karena Oknum TKSK nya bermasalah…!, Memang peristiwa ini terjadi bermula dari adanya potongan uang bantuan RTLH yang seharusnya diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar Rp.7,5 juta, ini malah hanya Rp. 6 juta yang diberikan kepada KPM oleh TKSK dan sisanya Rp.1,5 juta diambil oknum UR selaku TKSK,” tukas Surta warga Desa Mandalawangi ketika dikonfirmasi indonesiasatu.co.id didampingi aktivis setempat pada Jumat (6/9/2019).

Hal senada dikatakan warga lainnya, Martiah selaku KPM mengaku, oknum UR  sebagai TKSK terlihat panik setelah kehadiran wartawan yang mempertanyakan perihal program pemerintah ditambah lagi ketika muncul pemberitaan media atas dugaan pungli program RTLH tersebut. Bahkan kata Martiah, UR sempat mengembalikan uang bantuan itu sebesar Rp. 1,2 juta, namun pengembalian itu sebatas simbolis saja karena uangnya diambil kembali oleh UR.

“Ya sempat UR mengembalikan uang Rp 1,2 juta dan uangnya diambil lagi oleh dia, tapi setelah berita muncul di media, UR juga pada Minggu (1/9/2019) tepatnya malam senin sebelum ditangkapnya wartawan, UR kembali mendatangi rumah -rumah KPM dan mengembalikan uang lagi sebesar Rp. 1,2 juta, kali ini uang tersebut benar -benar dikembalikan kepada KPM,” tandasnya seraya menanyakan kebenaran informasi terkait oknum wartawan yang kena OTT polisi akibat masalah tersebut kepada indonesiasatu.

KPM lainnya Sukma dan Isoh warga Kampung Cilambungan Desa Mandalawangi menyampaikan ucapan terima kasih kepada unsur media yang telah membantu pemberitaan dugaan pungli program RTLH sehingga uang hasil pungli kembali mereka terima dari oknum TKSK, meskipun uang yang dikembalikan tidak semuanya senilai Rp.1,5 juta, tapi hanya Rp 1,2 juta.

“Kasian juga ya…pak wartawan, sudah dapat membantu warga malah kena OTT akibat dugaan pemerasan, meskipun begitu kami selaku warga penerima manfaat tetap mengucapkan banyak terima kasih kepada wartawan karena wartawan juga lah uang kami sebagian dikembalikan oleh oknum TKSK,” imbuhnya.

Sementara Oknum TKSK, UR ketika dikonfirmasi oleh tim jurnalis melalui telphon selularnya, pada Sabtu (6/9/2019) membantah dirinya melakukan pungutan liar terhadap KPM, karena menurut UR, KPM saat menerima bantuan dan melakukan pencairan sepenuhnya melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Adapun ketika KPM memberikan sebagian uang bantuan itu bukan kepada dirinya melainkan uang tersebut diberikannya kepada aparat desa.

“Saya jelaskan uang yang diduga pungli sebesar Rp. 1,5 juta, itu sebenarnya yang nerima bukan saya tapi aparat desa dan nilainya hanya Rp 1.450.000, karena yang Rp.50.000 sebagai saldo tidak bisa diambil. Waktu dikembalikan ke KPM uang itu benar sebesar Rp. 1,2 juta, sebab yang Rp. 250 ribu hasil kesepakatan untuk biaya pengganti pengurusan administrasi seperti biaya pembelian materai, seperti itu pak yang bisa saya jelaskan sesuai keterangan saya di Polres Pandeglang,” tutur UR seraya mengatakan, kalau tudingan kepada saya tersebut semuanya itu tidak benar cetus UR.

(Red)

Facebook Comments