Kapolri Perintahkan Polres dan Polsek di Indonesia, Tangkap Debt Collector Jelang Pilpres Dan Pileg 2019

Jakarta | derapfakta.com, Tidak main-main Kapolri langsung yang memerintahkan untuk menangkap debt collector.

Ini kerena di waktu yang rawan menjelang pilpres dan pileg 2019.

Kapolri Jendral Tito Karnavian, memerintahkann kepada semua jajaran Polres dan Polsek di Indonesia untuk menangkap preman dan debt collector, jika aksinya sudah meresahkan masyarakat.

”Apapun itu alasannya kalau meresahkan masyarakat wajib ditindak lanjuti polisi, itu bagian dari teror pada masyarakat.

Kami ingin Indonesia tenang, kondusif, aman menjelang Pileg dan Pilpres 2019 ini.

Kita rangkul masyarakat, karena rakyat bagian dari kami,” jelas Kapolri, sumber yang dilansir dari Tribratanews beberapa waktu lalu.

Polri akan memantau preman yang meresahkan masyarakat yang berkedok debt collector.

Dengan alasan apapun hal itu tidak bisa dibenarkan.

Karena sudah diatur Fidusia dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012 dan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011.

Menurut Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011, yang berhak menarik kendaraan yang menunggak kredit yaitu juru sita pengadilan yang didampingi kepolisian bukan preman yang berkedok debt colector, tegas Kapolri.

(Red)

Facebook Comments