H.Jiman (71), Berharap Kepada PT. Paramount Enterprise Internasional, saya ingin tanah saya dikembalikan agar bisa menanam singkong”

Tangerang | derapfakta.com, Pemilik tanah warga Kab.Tangerang, H.Jiman (71) terus melakukan gugatan, akibat tanah miliknya yang seluas 875m persegi yang terletak di Jl.Gading Serpong Boulevart N.9 Curug Sangereng Kelapa Dua Tangerang, tanah tersebut telah di klim oleh pihak pengembang PT.Paramount Enterprise International yang diduga sudah disertifikatkan atas nama PT.Citarik di wilayah Summarecon Serpong Kab.Tangerang, pada Jumat (22/3/2019).

**BACA JUGA Diduga Hendak Melakukan Aksi Kejahatan, 3 Remaja Bersenpi Terjaring Razia di Tangerang

Gugatan tersebut telah di ajukan di Pengadilan Negeri Tangerang dan hari ini dilakukan sidang dilokasi tanah yang diduga telah diklaim oleh pengembang, sidang lokasi pada hari ini (Jum’at 22 Maret 2019), di pimpin Ketua Majelis Hakim “Sucipto”, Panitera Pengganti, Hakim Anggota dan para pihak terkait

Sementara dari hasil sidang lokasi setempat, ketua majelis hakim Sucipto memutuskan akan di lanjutkan kembali dalam tempo satu minggu kedepan.

Saksikan DERAP Tv Chanell dibawah ini, terkait sidang lokasi

Sedangkan dari pihak warga pemilik tanah melalui kuasa hukumya “Firman megatakan, hari ini telah dilaksanaan sidang pemeriksaan setempat oleh Pengadilan Negeri Tangerang yang dimpin langsung Ketua Majelis Hakim “Sucipto”, bersama Panitera Pengganti dan Hakim Anggota. Selanjutnya, persidangan akan di gelar kembali dengan agenda saksi pada sidang berikutnya di PN Tangerang, ucapnya.

Dari Pihak H. Jiman akan terus melakukan upaya hukum terhadap tanahnya yang di serobot.

Firman merasa prihatin terhadap klienya yang merasa memiliki tanah berikut surat kepemilikanya telah diserobot, ucapnya.

**BACA JUGA Masjid dan Alquran di Banyumas di Rusak Orang Tidak di Kenal

Semantara dari pihak korban, H.Jiman (71) ingin haknya dikembalikan, sebab tanah itu miliknya dan diketahui tanahnya sekarang telah di klaim/serobot oleh pihak pengembang PT.Paramount Enterprise International sejak tahun 2010. maka dari itu kami akan melakukan upaya hukum yang sekarang untuk perkara ini sudah kami limpahkan kepada kuasa Hukum kami, ucapnya.

[Ans]

Facebook Comments