Jelang Pemilu 2019, Dewan Pembina DPP GERAK INDONESIA Berikan Himbauan Tegas Kepada Jajaran Anggota

Muchammad Isran, SE, Dewan Pembina DPP GERAK Indonesia
Muchammad Isran, SE, Dewan Pembina DPP GERAK Indonesia

Banten – derapfakta.com, Menjelang Pemilu 2019, Muchammad Isran, SE (45) selaku Dewan Pembina, Gerakan Rakyat Anti Korupsi Indonesia ( Gerak Indonesia ) Menghimbau Kepada Seluruh Pengurus Gerak Indonesia Se Nusantara Untuk Mengawasi Kegiatan Pemilihan Umum, Agar berjalan sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Pemilu Bersih, Pemimpin Bersih, dalam Bingkai Demokrasi menjadi Harapan Pembina Gerak Indonesia Muchammad Isran, SE, dalam Kontestan Pemilihan Umum 2019 Mendatang, Karena dengan di perketat Pengawasan dalam Praktek Money Politik atau Kecurangan Pemilu, Pemilu yang bersih secara demokratis akan melahirkan pemimpin yang bersih.

Pemimpin yang bersih, akan menjalankan pemerintahan dengan bersih, Pemerintahan yang bersih secara Demokratis akan menguntungkan rakyat Tegas Pembina Gerak Indonesia pada Jumat (1/2/ 2019).

Muchammad Isran, SE., (Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Anti Korupsi Indonesia (DPP GERAK INDONESIA) Lelaki Kelahiran Nusa Tenggara Barat ini Sekali Lagi Menegaskan Kepada Seluruh Jajaran Pengurus, DPP, DPD, DPC, DPK, DPDes dan DPKel Untuk Menjalankan Tugas dan Tanggung Jawab Sebagai Lembaga Sosial Control Masyarakat Demi Kemajuan dan Kemakmuran bangsa dan Negara Indonesia.

Senada dengan himbauan  Nefisah (30) Selaku Bendahara Umum Gerak Indonesia, yang Lebih fokus Mengingatkan Kepada KPU (Komisi Pemilihan Umum) selaku pilar utama  penyelenggaraan Pemilu mampu berpegang pada prinsip-prinsip mandiri  dan tidak bisa diintervensi (independence), tidak berpihak kepada siapa pun untuk alasan apa pun (neutrality), teruji dan dihormati karena amanah (berintegritas), terbuka (transparency), professional, terpercaya (credibility), berorientasi pada pelayanan secara adil dan merata (servicemindedness), dapat mempertanggungjawabkan setiap aspek tupoksinya (accountable), idealis, serta berkomitmen penuh pada kepentingan negara demi rakyat sebagai inti hajat Pemilu itu sendiri. 

Pesan ini untuk menghindari Persepsi masyarakat atas dugaan bakal tidak bersihnya penyelenggaraan Pemilu, penting untuk dicermati sebagai peringatan dini, mengingat kasus dugaan kecurigaan yang berujung pada sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi selalu memposisikan KPU sebagai pihak yang ikut tergugat Tegas Nefi. (Arf)

Facebook Comments