Tangerang – derapfakta.com, Puluhan truk pengangkut tanah ditahan di kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang pada Selasa (08/01/2019), pasalnya truk bermuatan tanah tersebut ditahan karena nekad beroperasi disiang hari.

Saat dihubungi, “Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang Bambang Mardi Sentosa mengatakan mobil truk bermuatan tanah tersebut sudah jelas melanggar dan tidak taat Perbup no 47 tahun 2018, dan beroperasi di siang hari pada waktu yang dilarang, dan ini bagi kami sesuai peraturan bupati akan menindak tegas bagi armada yang membangkang atau yang tidak menaati peraturan.

” Jadi pada sore ini kami telah menindak para supir berikut armadanya kita serahkan pada Satlantas Polresta Tangerang, bersama Dishub menindak tegas 34 mobil truk tanah tersebut dengan tindakan langsung ( tilang),” terang Bambang Mardi.

Untuk kendaraan yang kami tindak, truck yang mengangkut tanah dari jalan raya Balaraja-Kronjo dengan status jalan kabupaten ini sengaja melakukan operasionalnya di siang hari ditambahkan Bambang, dirinya sudah melakukan rapat koordinasi bersama Camat Kresek, Camat Kronjo dan unsur Lantas Kepolisian Resort Tangerang.

” Sebelumnya, tadi pagi kami mengirimkan anggota Dishub ke kantor Kecamatan Kresek untuk melakukan rapat koordinasi dengan Camat Kresek , Camat Kronjo dan Lantas Polresta Tangerang, dari hasil rapat tersebut, kami sepakat untuk mengawal Perbup yang sudah ditetapkan” terangnya.

Terpisah, Camat Kresek CR Inton, mengaku akan terus berkoordinasi dengan unsur pimpinan kecamatan dan Lantas Polresta Tangerang, di Kecamatan Kresek pihaknya melakukan penjagaan ketat bersama unsur polisi, TNI, Satpol PP, “Inton menambahkan, Bahkan dia selalu memantau titik-titik galian serta mensosialisasikannya agar pengusaha galian mengikuti dan mematuhi Perbup no 47 tahun 2018, terangnya.

Hal senada juga disampaikan oleh camat Kronjo, “Asnawi saat memonitor mobil truk yang diparkirkan oleh dishub Kabupaten Tangerang, tindakan Dishub dan Satlantas Polres Tangerang Kota ini memang sewajarnya menindak para armada yang tidak mematuhi Peraturan Bupati (Perbup).

”Semoga para pengurus galian serta armada mobil lainnya dapat menaati aturan tersebut, karena sanksinya sangat besar,”tandas Asnawi.(Sntr) 

Facebook Comments