Loading...

Tangerangderapfakta.com, Kecewa merasa dizhalimi seorang kreditur Pt. Buana Finance Tbk mengamuk di kantor cabang Pt.Buanafinance Tbk yang berlokasikan Ruko Palmyra square Jl. Jalur Sutra Kav.29A No.48 Alam Sutra Serpong, Tangerang Banten, pasalnya menuntut pertanggungjawaban pihak Buanafinance atas dimasukkannya nama orang tersebut ke dalam daftar system informasi debitur di Bank Indonesia dengan status debitur macet (Kol 5), padahal unit yang di kredit sudah dikembalikan.

Oki Agustiawan debitur Pt.Buanafinance Tbk tersebut tidak dapat menahan emosinya ketika memaparkan rasa kecewanya ke pihak Pt. Buanafinace yang sudah mengdaftar hitamkan (Blacklist) namanya. Pada (31/10/2018) Oki dan rekannya gerudug kantor cabang Buanafinance, Beruntung Oki Agustiawan di terima dengan baik oleh perwakilan dari pihak Buanafinance, sehingga kejadian ini tidak sampai menimbulkan keributan .

Menurut Oki agustiawan memaparkan, di blacklistnya namanya (Kol 5) oleh bank Indonesia bukan kesalahannya, melainkan adanya oknum Pt.Buanafinance yang mencoba mempermainkan dirinya, memang ssaya akui telah memindah barang yang di kredit berupa satu unit Dump Truck, dan ini kami lakukan dengan pihak kedua adalah atas persetujuan dan pihak Pt.Buana finance, bukan arti saya gelapkan kendaraan tersebut.

Namun ketika bermasalah di dalam angsuran  pihak Buana finance membebankan ke saya, kata Oki. “Tetapi saya masih beretikat baik untuk membantu mencari unit yang sudah di gelapkan oleh pihak ketiga, unit itu pun aku temukan di wilayah Malinau Kalimantan, Nopol sendiri sudah di ganti.

Rasa tanggungjawab sebagai debitur Oki agustiawanpun mengambil unit tersebut dari pihak ketiga dan mengembalikannya ke pihak Pt.Buanafinance, karena dari pihak Buanafinance sendiri selama empat bulan tidak mempu mencari unit tersebut.

Nah anehnya dari pihak Buana finance kok ngaku kalau unit kendaraan tersebut mereka yang nariknya, bahkan yang lebih parahnya lagi kenapa nama ku di Blacklist sehingga BI Cheking, setelah itu kemudian pihak Pt.Buana finance menagihkan kekurangan pembayaran atas unit tersebut sebanyak Rp. 301.000.000 ( tigaratus satu juta rupiah) hingga turun sampai Rp. 70.000.000, tujuh puluh juta lima rupiah, itu satu rupiah pun tidak akan saya bayar, Dengan nada geram.

Atas permasalahan ini selesai, karena unit kendaraan tersebut saya serahkan, bukan di tarik, jadi atas perlakukan dari pihak Buana Finance saya meminta pertanggungjawabannya, karena nama baik saya sudah tercemar, saya meminta dalam kurun waktu 2 minggu ada etika baik dari mereka. Jika ini di indahkan saya akan buka laporan, Pungkasnya.

Sementara dari pihak Buanafiance tidak bisa memberikan keterangan apapun, dengan alasan devisinya sudah dimanagement pusat, ucap Ramdoni selaku collection head cabang Serpong. Karena permasalahannya dari pimpinan kacap sendiri selaku yang di cari bernama Hendra Gunawan yang menurut pengakuannya hampir  sudah tahun lebih tidak bekerja disni lagi, ucapnya.(Badawi)

Facebook Comments
Loading...