Loading...

Tangerangderapfakta.com, Pembangunan Tower ( BTS ) yang diduga tak memiliki izin kembali ditemukan, kali ini terjadi di desa cangkudu kecamatan balaraja, kabupaten Tangerang. Di ketahui perusahaan yang membangun tower tersebut adalah atas nama PT Smart Telecom, seperti yang dijelaskan sekcam balaraja, Arif Rahman Hakim.

Menurut sekcam balaraja, Arif Rahman Hakim, menjelaskan,” benar adanya pembangunan tower tersebut atas nama PT Smart Telecom, akan tetapi perusahaan tersebut baru mendapatkan izin rekomendasi dari kepala Desa Cangkudu ( Amir Hamzah, Red ), dan izin lingkungan dari warga sekitar yang terkena dampak dari pembangunan tower tersebut, kami tahu karena adanya surat pemberitahuan dari desa, dan mereka belum mengurus izin rekomendasi dari kecamatan,” jelasnya.

Seperti diketahui persyaratan untuk pembangunan sebuah tower ( BTS ) adalah adanya izin lingkungan dari warga sekitar yang terkena dampak tower, surat keterangan domisili usaha, izin rekomendasi dari desa setempat, izin rekomendasi dari kecamatan setempat, kemudian mendaftarkan usaha tersebut ke perizinan ( DPMPTSP ) kemudian di verifikasi oleh petugas di DMPTSP, yang terakhir adalah keluarnya rekomendasi dari Kominfo, tanpa adanya salah satu persyaratan tersebut maka tidak dapat berdiri sebuah tower.

Akan tetapi apa yang di lakukan oleh PT Smart Telecom adalah telah menyalahi aturan yang sudah di atur oleh pemerintah kabupaten Tangerang.

Hal seperti seharusnya menjadi perhatian khusus dari instansi terkait, seperti DTRB ( wasdal ) dan Satpol PP, agar cepat menindaklanjuti apa yang sedang terjadi, karena DTRB dalam hal ini bertindak sebagai Pengawasan Pembangunan dan Satpol PP adalah sebagai penegak perda. [Ync]

Facebook Comments
Loading...