Proyek Betonisasi Desa Kubang Asem Kecamatan Sukamulya Lepas Dari Pengawasan

Tangerangderapfakta.com. Kegiatan reaslisasi proyek pembangunan rabat beton di kp Kubang Asem Desa Kubang Kec Sukamulya Kab.Tangerang, namun dalam pantauan media diduga adanya syarat dengan kecurangan. Terbukti adanya kecurangan proyek tersebut tidak sesuai Spek (RAB) Hasil dari pantauan media pada Senin (01/10/18).

Saat pengukuran bagasting ketingian/ketebalan 15 cm, namun ditemukan dari beberapa titik tengah kurang dari 15 cm yaitu sekitar 8cm sampai 10 cm, dari titik tersebut pengurangan volume Proyek rabat beton yang notabene anggaran yang dikucurkan dari APBD.

Proyek betonisasi yang panjang 160 meter dan lebar 3 meter ketebalan 15 meter wilayah Kp.Kubang Asem Ds. Kubang Kec.Sukamulya tersebut juga sudah melanggar ketentuan, tidak adanya papan Informasi di area proyek dan tidak terlihat adanya petugas yang mengawasi proyek tersebut.

Dari pihak pelaksanapun belum di ketahui siapa yang mengejarkan proyek tersebut, hal ini akibat dari tidak adanya papan informasi, lanjut awak media kekantor kecamatan Suka Mulya, namun pihak PPTK  kecamatan Sukamulya tapi tidak bisa memberikan keterangan jelas terkait proyek betonisasi diwaliayah kecamatan Suka Mulya, jelas terlihat dengan kasat mata bahwa proyek tersebut menyimpang dari ketentuan bestek.

Selang waktu team awak media melanjutkan dengan menemui kasi pembangunan, namun kasi kecamatan tidak bisa temui. Hanya stap kecamatan Sobirin yang mewakili kedatangan team awak media, saat dikonfrimasi terkait proyek betonisasi di Kubang Asem, Sobirin menjelaskan bahwa kami selalu memberikan arahan kepada pelaksana proyek untuk bekerja sesuai RAB dan untuk selalu memasang papan proyek, tapi banyak pelaksana proyek yang tidak mengindahkan arahan kami, kata Sobirin.

Terkait ketinggian ketebalan beton yang ditemukan dilapangan yang diduga tidak sesuai dengan bestek, “Sobirin menjelaskan, nanti kami akan ukur dan kami pastikan sesuai atau tidak dengan volume yang sudah ada di RAB, kalau tidak sesuai kami  akan menunda pembayaran sebelum di penuhi volume proyek itu, kalau memang kurang dari RAB ketebalan nya kami akan ukur nanti berapa kekurangan nya tinggal menambah volume panjang tegas Sobirin.

Ujang Umar ketua tim investigasi DPK LP3NKRI Tangerang
Ujang Umar ketua tim investigasi DPK LP3NKRI Tangerang

Terkait proyek siluman tersebut, “Ujang Umar selaku ketua team investigasi DPK LP3NKRI Tangerang angkat bicara.

Proyek yang gelontorkan APBD melalui musrembang atau pun hasil dari aspirasi pagu dewan itu harus sesuai mekanisme dan peraturan pembangunan sesuai didalamnya, disni papan kegiatan pun tidak terpasang, itu sudah menyalahi ketentuan, karena mangacu Undang Undang Informasi Keterbukaan Publik (KIP) jadi papan nama kegiatan wajib di pasang supaya masyarakat dapat melihatnya, karena pembangunan tersebut berasal dari pajak rakyat.

Menyikapi bahasa dari pihak Kecamatan, setelah dikonfirmasi oleh pihak media, kok bahasanya nanti kami akan ukur ulang, lah selama ini mereka kemana dan ini jelas proyek tidak ada pengawasan dari pemerintah setempat, Ucap Ujang.

Pemerintah setempat, pihak kecamatan tersebut selaku penerima manfaat wajib melakukan pengawasaan agar proyek tidak keluar dari koridor RAB atau pun hasil dari perkerjaan itu sendiri bisa secara optimal.

Dan hasil dari temuan awak media dilapangan, selakau Lembaga Pemantau, Jika ini terbukti ada kerugian Negara akibat pekerjaan yang tidak sesuai RAB, maka kami melaporkan kepada instansi terkait untuk dilakukan kajian Hukum atas pekerjaan proyek tersebut, tutupnya.(Df)

Facebook Comments