Diduga Pelaku Atas Penggelapan Uang Dan Pemalsuan Dokumen, Prosesnya Jalan Ditempat

Derap fakta – Pandeglang, Menurut informasi yang dilangsir dari buserkriminal.com, Proses hukum terkait diduganya atas penggelapan uang dan pemalsuan dokumen faktur Lotte Mart di Hotel Syofyan Inn Altama, Pandeglang dipertanyakan manajemen dan pemilik dari hotel bintang tiga tersebut.
Sebab, selain alat bukti yang sudah ada, pun pelaku dalam hal ini berinisial WA, telah mengakui perbuatannya. Apalagi proses berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap yang bersangkutan telah berlangsung selama 4 bulan alias 120 hari.
H Syahruddin kepada media berharap, agar proses hukum terhadap yang bersangkutan bisa dilaksanakan lebih cepat, jelas dan transparan agar diketahui secara jelas, apa motif dan dikemanakan uang yang telah digelapkan tersebut oleh pelaku.
“Saya tak habis pikir, kenapa proses hukum terhadap yang bersangkutan berlarut-larut. Padahal seharusnya, dengan adanya alat bukti dan pengakuan yang jelas dari pelaku, yang bersangkutan telah bisa ditahan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar pria yang akrab disapa Pak Syahruddin itu.
Lebih jauh H Syahruddin menjelaskan, akibat perbuatan pelaku, pihaknya mengalami kerugian yang cukup besar. Dan hal itu jelas membuat guncangnya rasio keuangan perusahaan yang harus membayar gaji puluhan karyawan yang menggantungkan hidup di Lotte Mart dan juga Hotel Syofyan Inn Altama.
“Nilai kerugian kami ratusan juta rupiah, hal ini bisa dicros chek langsung ke penyidik di Polres Pandeglang,” imbuhnya.
Jalan ditempatnya proses hukum terhadap WA, membuat Pak Syahruddin bertanya-tanya, apalagi suami dari yang bersangkutan adalah seorang anggota Polisi di Mapolres Pandeglang.
“Mudah-mudahan dugaan saya ini salah, namun jika kasus ini masih jalan di tempat, tentu dugaan ini bisa menjadi benar,” tuturnya beralasan.
Agar dugaan yang ada di kepalanya tidak terbukti, pak Syahruddin meminta kepada tim penyidik Polres Pandeglang untuk bekerja lebih cepat sehingga jelas muara dari kasus tersebut. Sebab, kalau dibiarkan terlalu lama mengambang, tentu hal itu akan menjadi preseden buruk bagi aparat kepolisian di Pandeglang sendiri.
“Saya hanya bisa berdoa dan berharap agar kasus ini cepat tuntas agar semuanya menjadi jelas dan terang benderang. Dan semoga tim penyidik mendengar harapan saya ini,” katanya mengakhiri.(red)
Facebook Comments